Polsek Patumbak Tangkap Pengedar Uang Palsu

0
11
Polsek Patumbak Tangkap Pengedar Uang Palsu

Medan, SulutUp.com – Pelaku pengedar uang palsu (upal) di tangkap Petugas Reskrim Polsek Patumbak saat akan berbelanja di Jalan Garu VI, Kelurahan Harjosari I, Kecamatan Medan Amplas dan identitas pelaku yakni BH alias B (34) warga Jalan Delitua, Gang Sei Deli, Kelurahan Suka Makmur, Kecamatan Delitua, Kabupaten Deliserdang.

Kapolsek Patumbak, Kompol Arfin Fachreza di dampingi Kanit Reskrim, Iptu Philip Antonio Purba dalam keterangannya, Kamis (03/12/2020) mengatakan bahwa, pengungkapan peredaran uang palsu tersebut berawal saat korban seorang laki-laki yang tidak di ketahui identitasnya menjual HP merk Vivo Y17 melalui aplikasi OLX seharga Rp 1 juta 750 ribu.

”Kemudian pelaku menawarnya menjadi Rp 1 juta 700 ribu dan mereka berdua lalu sepakat bertemu di Jalan Garu VI Gang Merbuk,” ujarnya.

Korban setelah menerima uang dari tersangka, lanjut Iptu Philip Antonio Purba, lalu ia merasa curiga dan memanggil temannya untuk memeriksa uang tersebut maka dugaan korban pun benar setelah keduanya memeriksa uang itu ternyata palsu dan korban beserta teman-temannya kemudian mengamankan tersangka berikut 19 lembar uang palsu pecahan uang Rp 100 ribu.

”Petugas kami yang mendapat laporan kemudian mengamankan tersangka ke Polsek Patumbak yang ke esokan harinya kami langsung melakukan pengembangan ke rumah tersangka dan kembali berhasil mengamankan 17 lembar uang palsu pecahan seratus ribu,” ungkap Arfin.

Dalam kasus ini, lanjut Iptu Philip Antonio Purba, selain uang palsu pecahan Rp 100 ribu sebanyak 36 lembar dan polisi turut mengamankan barang bukti lainnya berupa satu unit mesin printer merk Canon type MG2570 S kemudian satu buah penggaris besi, satu buah pisau cutter, lima buah suntik printer dengan isi tinta berbagai warna, satu rim kertas ukuran A4, lima botol kecil tinta berbagai warna dan satu buah cartridge Canon.

Sementara pelaku saat di tanya petugas mengaku belajar untuk membuat uang palsu dari YouTube, ”Belajar dari YouTube dan saya ingin menggunakan uang palsu itu untuk kebutuhan sehari-hari,” kata Arfin.

Lanjut Arfin, tersangka yang mengaku bekerja sebagai buruh tower tersebut kalau dirinya mempelajari cara membuat uang palsu dari YouTube, ”Itu di lakukan guna mendongkrak ekonomi dengan cara menggunakan uang palsu sebagai alat transaksi maka terhadap tersangka kita jerat Pasal 26 ayat (1), ayat (2) dan ayat (3) Jo Pasal 36 ayat (1), ayat (2) serta ayat (3) UU RI Nomor 7 Tahun 2011 tentang mata uang dengan pidana penjara paling lama 15 tahun dan pidana denda paling banyak Rp 50.000.000.000,” tegas Arfin.

(*/Red)